(Guru SMP Negeri 7 Jakarta)
“ Belajar sepanjang hayat “ ini adalah moto saya, karena itu belajar tidak akan pernah
ada kata berhenti. Ada istilah atau nama sekolah kehidupan, dimana selama kita masih hidup
kita akan terus belajar tentang kehidupan itu sendiri yang tidak ada habisnya dan hidup itu
sendiri penuh dengan rahasia atau misteri. Sepanjang hayat masih di kandung badan, atau
istilahnya long life learning. Apalagi profesi sebagai seorang guru, rasanya tiap hari ada saja
sesuatu yang baru. Guru belajar sebenarnya tergantung dati apa yang ia pelajari. Minat, hobi,
pengetahuan, ketrampilan, sosial, keluarga, keuangan dan masih banyak lagi yang harus
dipelajari dan mungkin ilmu itu tidak ada habis-habisnya.Istilah lainnya kita kenal dengan kata
belajar demi pengembangan diri
Dalam kondisi seperti sekarang ini, di musim pandemic covid 19, apakah kita bisa
mengembangkan diri dan meningkatkan kesehatan atau kesejahteraan jiwa? Pertanyaan ini
menjadi pemikiran bersama dengan banyak orang lainnya bagaimana kita bisa meningkatkan
kinerja dalam situasi yang semua dikerjakan dirumah atau work from home. Ada pepatah
yang mengatakan hati yang gembira adalah obat. Ternyata kondisi kesehatan kita banyak
ditentukan oleh hati. Jika hati merasa tertekan atau stress maka akan timbul gangguan kesehatan,
seperti kepala pusing, sakit perut dan seterusnya yang intinya tubuh mudah merasa lelah. Kalau
tubuh dan hati sudah tidak nyaman bagaimana upaya memikirkan dan melakukan
pengembangan diri. Jadi kesimpulannya tubuh ini perlu memiliki kesehatan atau kesejahteraan
jiwa. Dari manakah awalnya kesehatan dan kesejahteraan jiwa itu, ternyata berawal dari
mindset kita sendiri yang merugikan. Bagaimana memiliki mindset yang menguntungkan ?
Mindset yang menguntungkan ada hubungannya dengan berpikir positif.
Kita coba persamakan persepsi agar tidak ada salah paham tentang mindset , pengembangan diri dan berpikir positif. Mindset adalah pola pikir atau kebiasaan cara berpikir dalam suatu
bidang yang di bentuk dari beberapa belief (kepercayaan di dalam pikiran kita). Mindset ini
telah tertanam sangat dalam ke dalam pikiran kita melalui beberapa cara yang seringnya tidak
pernah kita sadari. Contoh simpelnya, “Kalau saya tidak sarapan maka kerja saya tidak
optimal.” Belief yang membentuk mindset tersebut adalah : “kalau saya tidak sarapan, pasti
pukul 8 saya sudah merasa lapar.” “Rasa lapar itu bisa membuat tidak fokus.” “Kerja yang
optimal hanya bisa dicapai kalau fokus.” (sumberhttps://bacapikiran.com/arti-mindset/.
Sebaliknya ada orang yang tidak fokus tapi kerjanya maksimal dan ada orang yang beliefnya
kalau dia dipaksa fokus malah jadi stress dan tidak maksimal kerjanya. Mindset bisa dirubah
sedikit demi sedikit jika merugikan kita Oleh karena itu kita perlu menambah sebanyak mungkin
mindset-mindset yang menguntungkan. Kita bisa juga memanfaatkan mindset orang lain untuk
kepentingan kita sendiri. Nah, bagaimana caranya? Yang jelas dengan mengetahui mindset
seseorang, kita bisa mengambil manfaat dalam berinteraksi dengan mereka.
Ada 10 mindset yang dapat meningkatkan cara berpikir positif yaitu tendensi di mana
orang percaya pada keahlian, kecerdasan, dan bakat yang bisa terus dikembangkan melalui
praktik dan ketekunan. Sebaliknya mindset yang merugikan adalah karakter, kecerdasan, dan
kemampuan kreativitas seseorang bersifat statis. Mindset yang menguntungkan itu adalah :
1. Fokus pada pola bahasa yang biasa digunakan, contoh : Ketika merasa temannya lebih
mampu, mereka akan membiasakan diri untuk meniru dengan mengatakan 'Aku akan belajar
darinya' daripada bilang 'Temanku yang bisa melakukan itu'. 2. lebih menghargai proses dan tidak khawatir dengan 'koridor waktu' menurut standar orang, 3. mau mengakui dan berdamai dengan kekurangan diri, 4. lebih mengapresiasi apa yang sudah dilakukan secara spesifik, 5. selalu antusias ketika belajar tentang hal baru dan mau mengambil risiko, 6. mau berbagi pengalaman dan keberhasilan dengan orang lain, 7. segera membuat goals baru setelah
menyelesaikan satu tujuan, 8. membuat tujuan kecil yang spesifik dalam rangka mewujudkan
tujuan akhir (sense of purpose), 9. ambil waktu untuk merefleksikan diri, 10. Belajar memberi
dan menerima kritik yang konstruktif.
Muatan pikiran, penggunaan serta pengawasan mindset ini merupakan satu kesatuan
yang kita sebut dengan berpikir positif. Dengan cara berpikir positif ini kita dapat melakukan
pengembangan diri. Beberapa tips pengembangan diri dengan berpikir positif, diantaranya
1. Selalu gunakan kata-kata yang positif saat berpikir dan berbicara. 2. Biarkan pikiran dipenuhi
dengan kebahagiaan, kekuatan, dan keberhasilan. Apa pun situasi yang dihadapi, carilah dan
isilah pikiran dengan sisi positif dari situasi tersebut. 3. Gantikan pikiran yang negatif dengan
pikiran-pikiran yang membangun. 4. Sebelum melakukan sesuatu bayangkanlah keberhasilan
yang akan dapatkan setelah melakukan hal tersebut. 5. Cobalah untuk tidak memikirkan sesuatu
secara berlebihan. 6. Penuhi pikiran dengan talenta-talenta anugerah Tuhan yang dimiliki.7.
Bergaullah dengan orang-orang yang berpikir positif. 8. Bacalah buku-buku yang membangkitkan
inspirasi - setidaknya satu halaman setiap harinya. Buku meningkatkan daya berpikir positif anda. 9. Biasakan selalu duduk dan berjalan dengan punggung tegak.10. Berjalan, berenang, atau berolah-raga. 11. Cobalah datang ke ahli psikologis atau ikutilah program pelatihan pengembangan diri yang diadakan oleh lembaga-lembaga yang memberikan program pengembangan diri. 12. Putuskan untuk berpikir positif mulai sekarang.
Pengembangan diri sebenarnya adalah suatu ilmu yang berkaitan dengan penggalian
potensi diri dan upaya untuk menggali potensi-potensi tersebut secara maksimal. Setiap individu
berupaya untuk memenuhi segala kebutuhannya terhadap aktualisasi diri yang meliputi segala
kegiatan yang meningkatkan kesadaran dan identitas diri, mengembangkan bakat dan potensi,
membangun sumber daya manusia dan memfasilitasi kinerja, meningkatkan kualitas hidup dan
memberikan kontribusi dalam mewujudkan impian dan cita-cita. Kegiatan-kegiatan yang
mencakup pengembangan diri lainnya yaitu meningkatkan keterampilan atau mempelajari
keterampilan baru, kesejahteraan, , kesehatan, gaya hidup atau kualitas hidup, kemampuan
sosial, memenuhi aspirasi, memulai keberanian pribadi, mendefinisikan dan melaksanakan
rencana pengembangan diri (PDPs) juga bisa termasuk mengembangkan orang lain, misalnya terkait dengan peran sebagai guru atau mentor, manajer ataupun jasa professional. Cara untuk mengembangkan diri ini dapat dilakukan dengan berpikir positif. ( sumber
:https://www.studilmu.com/blogs/details/pengertian-pengembangan-diri-dan-6-manfaat-
pengembangan-diri)
Dari penjelasan di atas penulis banyak mengambil manfaat setelah menerapkan
pengembangan diri dan berpikir positif dalam kehidupan sehari-hari sebagai guru, khususnya
sekarang ini pembelajaran daring atau learning from home. Pengembangan diri dengan belajar
sepanjang hayat menjadi motto bagi penulis. Ditambah lagi dunia yang menghadapi revulosi
industri 4.0.pengembangan diri dirasa perlu sekali. Perkembangan ilmu pengetahuan dan
tehnologi yang begitu cepat memerlukan keterbukaan diri untuk mau belajar tentang hal-hal
baru. Manfaat yang dilakukan setelah proses mau terbuka untuk belajar maka tidak ada yang sia-
sia untuk diterapkan saat siap menghadapi keadaan apapun di masa depan. Seperti sekarang ini,
bagaimana guru harus siap untuk memberikan model pembelajaran yang efektif dan efisien
ditengah-tengah beberapa pilihan aplikasi dan model teknologi yang ditawarkan untuk
digunakan sebagai media pembelajaran daring. Maka ketika saatnya untuk dimulai
menggunakan media untuk model pembelajaran tersebut menjadikan keasyikan tersendiri atau
keseruan tersendiri. Guru perlu menyiapkan variasi pembelajaran dengan menggunakan aplikasi
yang sederhana mulai dari WA sampai video conference dengan aplikasi webex menjadi sesuatu
yang menantang untuk mengaplikasikan ilmu yang selama ini diperoleh dari masa pelatihan
terdahulu.
Jika kita berpikir positif sebenarnya masa sekarang ini adalah saat yang baik untuk terus
belajar dan menerapkan apa yang kita pelajari melalui kegiatan pembelajaran daring. Berbagai
komentar dari anak didik tentang media baru untuk model pembelajaran daring memang bisa
mengasyikan yang selama ini tidak mereka dapatkan di kelas. Banyak hal positif yang penulis
temukan selama mengadakan pembelajaran daring. Siswa tidak perlu takut lagi menggunakan
HP untuk pembelajaran dengan media tertentu karena itu adalah salah satu alat sederhana yang
memungkinkan untuk belajar secara online selain laptop. Peran penulis di samping sebagai guru,
juga sebagai orang tua yang perlu juga mendamping anak belajar online di rumah yang
diberikan gurunya menjadi tantangan tersendiri. Di satu pihak penulis juga harus mengajar anak
orang , selain peran tersebut disisi lain harus juga siap berperan untuk mendampingi anaknya
sendiri saat belajar online dari gurunya, karena ayahnya tidak begitu pakar
menggunakan tehnologi dengan media tertentu untuk pembelajaran daringnya . Ini pun menjadi
keseruan tersendiri. Penulis belajar dari media yang digunakan oleh guru dari sekolah anaknya
yang nanti juga akan diterapkan di kelasnya dalam hal penggunaan media pembelajarannya.
Ditambah lagi tugasnya sebagai ibu rumah tangga perlu membagi waktu yang harus menyiapkan
makanan dan membersihkan rumah. Ternyata semua peran itu dapat berjalan dengan baik,
sehingga menjadi keasyikan tersendiri. Sekarang ini sebenarnya adalah saat yang terbaik untuk
belajar di rumah tanpa batas waktu dan ruang, pikiran positif terhadap kondisi yang negatif
dengan memberi kesempatan yang menguntungkan bagi semua pihak atau orang lain, akhirnya
semua tugas dapat dilakukan tanpa menjadi beban melainkan dilakukan dengan hati yang penuh
sukacita.
Kalau teringat waktu yang lalu, saat penulis melakukan pengembangan diri untuk
mengikuti berbagai macam pelatihan atau workshop, sering ada muncul pernyataan beberapa
guru tentang kontradiksi belajar sepanjang hayat, seperti: “Hmm…. belajar lagi, hari gini….
“gumam seorang guru senior ketika diajak untuk mengikuti sebuah latihan untuk meningkatan
kemampuan menggunakan aplikasi atau tehnologi tertentu di suatu tempat dan waktu.
“Saya mau pensiun tidak ada gunanya lagi, kalian saja yang masih muda….”. Jika kita lihat
dan menghadapi kondisi sekarang ini maka manfaat pengembangan diri yang lalu itu sangat
bermanfaat dan bermakna di tambah sekolah sementara bukan lagi tempat belajar dan seluruh
siswa belajar di rumah. Berpikir positif adalah sikap yang diperlukan ketika guru mau belajar.
Guru merasa dirinya memerlukan tambahan ilmu setiap saat untuk membantu siswanya yang mengalami kendala untuk meningkatkan kompetensinya, Guru berpikir positif tentang
keinginannya untuk meningkatkan karakter tepat waktu bagi siswa dengan cara memberikan
contoh atau teladan untuk menjadi model yang efektif dengan mindset bahwa ia sebaiknya tidak
terlambat masuk kelas, jika perlu ia terlebih dulu masuk kelas sebelum siswanya hadir.
Contoh lain lagi tentang pola pikir tentang kejujuran dalam berkata dan konsisten.
Pengembangan diri dalam pengusulan kenaikan pangkat bagi guru ASN punya peran yang penting.Oleh karena itu guru perlu mengembangkan diri melalui pelatihan dan membuat karya penulisan. Untuk itu semua guru perlu belajar. Dampak guru yang mau belajar menjadi sikap yang tperlu erus dipelihara dapat menciptakan murid yang juga mau belajar. Guru yang suka mengembangkan diri karena mau belajar maka muridpun akan suka mengembangkan dirinya dengan melihat gurunya yang terus menerus secara konsisten mengupdate dirinya sesuai dengan perkembangan jaman. Pentingnya pengembangan diri bagi seorang guru sangat berpengaruh pada peserta didik dan juga untuk kenaikan pangkatnya. Karena dari hasil belajarnya itu ia akan mengerti bagaimana membuat suatu karya misalnya bisa berupa membuat media belajar, atau minimum memberi ilmunya ke dalam bentuk tulisan. Hasil pengembangan diri untuk profesi atau jabatan guru ada berbagai bentuk seperti laporan pelatihan, penulisan karya ilmiah, karya inovatif, jurnal ilmiah
dan seterusnya. Semua bentuk karya di atas akan dihitung dan dihargai dalam bentuk angka kredit khususnya bagi guru ASN.
==============================================================